Banner_Quickbet
maxbet2
Just another WordPress site

Kementerian Kesehatan, BPJS, dan IDI.

Kementerian Kesehatan, BPJS, dan IDI.  – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menilainya bailout alias suntikan dana pemerintah sebesar Rp 4, 9 triliun cuma berwujud sesaat. Hal demikian dikatakan Ketua Umum PB IDI Ilham Oetama Marsis terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) .

Ilham mengemukakan membutuhkan perbaikan mode yang menyeluruh biar mode permodalan BPJS dapat berjalan dengan baik.

” Bila yang dikerjakan sekarang dengan bailout yang dikasihkan Rp 4, 9 triliun atau Rp 5 triliun, saya katakan ke Pak Presiden itu merupakan penyelesaian berwujud sesaat. Menurut perhitungan kami, bila BPJS berjalan dengan alur yang sama, karena itu pada tutup buku tahun 2018 kerugian capai Rp 16, 5 triliun. Dan bailout pemerintah itu Rp 5 triliun bermakna ada kekurangan Rp 11, 5 triliun yang tentu dapat berulang kembali defisit biaya berjalan. Pada akhirnya menyebabkan penyelesaian yang berwujud temporer. Ini yang musti diperbaiki serta Pak Jokowi sepakat, ” kata Ilham di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/9/2018)

Menurut Ilham IDI sudah ikuti rembuk nasional berkenaan desas-desus kesehatan pada Oktober 2017 kemarin. Dalam komunitas itu, IDI memberikan rujukan terhadap Presiden Jokowi, termasuk juga penyelesaian permasalahan kesehatan waktu pendek, waktu menengah serta waktu panjang.

” Semestinya yang kami berikan di sini yakni penyelesaian waktu pendek. Contoh, bagaimana menggunakan cukai tembakau yang belum pula di terima pada 2017 itu sukses. Itu inspirasi awal kami yang berikan. Ke dua, bagaimana kita sesuaikan iuran dari JKN, khususnya pada yang namanya peserta non PBI. Bila makna saya merupakan rekonsilasi iuran, ” kata Ilham.

Ini sebab, kata Ilham, banyak penduduk kelas menegah ke atas dapatkan premi yang sama juga dengan masyrarakat biasa. ” Ini menyebabkan mismatch dalam pembayaran, ” ujarnya.

Menurut Ilham Presiden Jokowi mengemukakan permasalahan itu sebetulnya tidak usah jadi membesar bila ada koordinasi pada Kementerian Kesehatan, BPJS, serta IDI.

” Kami berikan banyak dokter merupakan orang yang amat sabar sekali, kami junjung program JKN sebab berfaedah buat penduduk. Saya ungkapkan ‘Jangan cuma penduduk yang tersenyum, kami dokter juga mau turut tersenyum’. Beliau ketawa dengar banyak kata saya serta dapat mencarikan jalan keluar sebaik-baiknya, ” tuturnya.

Berkenaan dengan masihlah ada pihak rumah sakit yang belum pula dapat membayar layanan dokter sebab belum pula mendapatkan bayaran dari BPJS, Ilham mengemukakan hal demikian dapat menyebabkan banyak RS dapat tidak untung. Hal semacam ini dapat juga berefek pada kegagalan Agunan Kesehatan Nasional (JKN) .

” Saya ungkapkan, bukannya BPJS tak membayar namun mereka tidak miliki uang. Problem utamanya disana. Mengapa? sebab mismatch pada segi pembiayaan serta pembayaran. Ini yang musti diperbaiki, ” ujarnya.