Banner_Quickbet
maxbet2
Just another WordPress site

Kasus Suap Yang Terjadi Di Banyuwangi

Kasus Suap Yang Terjadi Di Banyuwangi  – Lurah Penataban, Banyuwangi, Wilujeng Esti Utami, alami eksperimen pembunuhan sehabis dianya mau menyetor uang untuk memuluskan jalannya jadi camat. Diluar perkara eksperimen pembunuhan, Kemendagri mengharap Inspektorat Kabupaten Banyuwangi mengerjakan terdapatnya perkiraan jual-beli kursi camat itu.

” Kan ada pengawas, inspektorat di daerah. Kelak dia (Wilujeng) dikontrol, bila jadi ASN, kelak dikontrol, yang perihal juga utarakan duduk perkaranya, ” kata Kapuspen Kemendagri Bahtiar waktu dihubungi detikcom, Jumat (3/8/2018).

Bahtiar menyayangkan terjadinya perkara sesuai ini. Kasus promo jabatan, menurutnya, semestinya tdk ditempuh dengan memberi nominal uang.

” Itu praktek kotor. Salah satunya penyakit birokrasi. Harusnya, promo jabatan tdk berdasar pada yang beda. Syarat-syarat kan udah jelas, kasus prestasi kerja, ” kata Bahtiar.

Perkara itu dapat masuk suap apabila libatkan ASN yang ada dilingkungan Pemda Banyuwangi. Hukuman yang dijatuhkan juga pidana.

” Apabila terserang pidana. Bila inkrah, dapat dipecat. Jelas itu PP nomer 53 nomer 2010 mengenai Sangsi PNS, UU ASN ada juga. PP nomer 11 tahun 2017 mengenai menejemen ASN, ” kata Bahtiar.

Bahtiar juga kaget dengan nominal yang dikasihkan lurah terhadap seorang tokoh warga. Meski sebenarnya Upah juga tdk berapa.

” Upah 6 juta, bila jadi tunjangan semua jenis lebih kurang 15 juta, ” kata Bahtiar.

Awal kalinya, Sekda Banyuwangi Djajat Sudrajat mengatakan jika desas-desus jual-beli jabatan tdk benar. Menurut dia perihal itu yaitu desas-desus yang tdk memikul tanggung jawab.

” Bila ada yang mengakui dapat mengerjakan jual beli jabatan, lapor serta tampilkan ke saya. Bila itu libatkan pelaku PNS, dapat secara langsung kita tindak sesuai dengan disiplin ASN, ” kata Djajat terhadap detikcom, Jumat (3/8).

Perkiraan ini muncul sehabis ada eksperimen pembunuhan terhadap Lurah Penataban Wilujeng yang membawa uang Rp 60 juta. Pemeran bernama Agus Siswanto mengemukakan, sebelumnya dia punya tujuan mengantarkan Wilujeng berjumpa Gus Makki, ketua PCNU Banyuwangi untuk berikan uang.

” Saya dimintai tolong mengantarkan Bu Lurah ke Gus Makki (Ketua PCNU) untuk mohon memuluskan jabatan camat, ” kata Agus terhadap wartawan di Mapolres Banyuwangi.