Banner_Quickbet
maxbet2
Just another WordPress site

Perpisahan Atlet Dan Negara

Perpisahan Atlet Dan Negara –Gak merasa Asian Games 2018 masuk penghujung acara. Moment bangga, dahsyat serta mendebarkan di Asian Games ini gak cuma dirasa beberapa atlet yang ikut serta, namun juga orang Indonesia.

Jadi tuan-rumah, orang Indonesia juga butuh mensukseskan acara Asian Games 2018. Hal semacam ini dikerjakan orang dengan berikan support pada atlet Tanah Air yang berlaga.

Support sensasional orang, ikut menunjang beberapa atlet untuk tampil sebaik-baiknya serta berikan medali pada Indonesia. Meskipun udah persembahkan yang terunggul, beberapa atlet yang sukses menggendong medali ini jadi putuskan pensiun sehabis tampil di Asian Games.

Dirangkum Brilio. net, tersebut empat atlet Indonesia yang putuskan pensiun sehabis sukses berikan medali untuk Indonesia.

1. Lindswell Kwok
Ratu Wushu kebanggaan Tanah Air ini akan memutus untuk pensiun selesai sukses persembahkan medali emas Asian Games 2018 nomer Taijijian & Taijiquan All Around.

Lindswell adalah satu diantaranya atlet terunggul Indonesia yang banyak mencatatkan prestasi cemerlang untuk bangsa. Lindswell terdaftar memenangi 5 kali juara dunia Wushu serta 4 kali menang di SEA Games.

2. Liliyana Natsir
Pebulutangkis senior Liliyana Natsir juga udah mengindikasikan untuk pensiun dari berolahraga yang udah membesarkan namanya itu. Diakhir karirnya, Liliyana sukses persembahkan medali perunggu untuk Indonesia di arena Asian Games 2018.

Wanita yang akrab dipanggil Butet ini jadi atlet bulu tangkis Indonesia terunggul. Dianya terdaftar memenangi Olimpiade serta 4 kali juara dunia.

3. Achmad Hulaefi
Raja wushu Indonesia yang kekasih Lindswell Kwok ini udah bicara bab pensiun selesai persembahkan medali perunggu di Asian Games 2018. Kendati demikian, Hulaefi bercita-cita menjadi pelatih wushu serta cetak atlet-atlet baru penerus dianya.

4. Lis Andriana
Atlet paralayang senior Lis Andriana juga bermaksud untuk pensiun selesai Asian Games 2018. Eks juara dunia ini sukses memberikan medali perunggu di nomer lintas alam beregu.

Umur yang gak lagi muda membuat Lis berfikir untuk mengakhiri karirnya di cabang berolahraga berlebihan itu. Lis sendiri adalah atlet paralayang terunggul Indonesia yang sempat menuliskan prestasi hattrick juara dunia di nomer ketepatan pendaratan tahun 2012, 2013, serta 2014.